Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu tidak jauh berbeda dengan sehari sebelumnya, dimana mengalami penguatan di awal, namun berbalik melemah di akhir perdagangan. Mulai adanya aksi beli dapat mengurangi tekanan jual sehingga pelemahan IHSG tidak terlalu dalam.

“Di sisi lain, maraknya aksi jual tersebut dapat diimbangi dengan tingginya aksi beli pada beberapa saham bigcaps antara lain UNVR, TLKM, GGRM, UNTR, dan INTP sehingga tidak terlalu membuat IHSG anjlok. Selain itu, pelemahan juga sempat dipicu oleh rilis kinerja beberapa emiten, terutama dari perkebunan, yang mengalami pelemahan,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Senin (27/4) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.400-5.417 dan resisten 5.4450-5.470. Menurutnya, aksi jual masih terjadi sehingga menyebabkan laju IHSG belum dapat keluar dari zona merahnya.

“Pergerakan sideways masih dimungkinkan jika aksi beli dan jual masih sama kuatnya. Diharapkan laju bursa saham global dapat memberikan sentimen positif sehingga dapat membalikan posisi IHSG ke zona hijau,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: