Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama di tengah meningkatnya harapan untuk reformasi pajak di Amerika Serikat. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) masih terus melanjutkan pelemahannya. Pun demikian yang terjadi pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini. Mata uang NKRI itu masih limbung terhadap USD.

Mengutip Bloomberg Rabu (20/12)  hari ini, rupiah dibuka pada posisi 13.584/USD atau melemah 8 poin dari sesi penutupan kemarin di level 13.576/USD. Bahkan kondisi rupiah di zona merah itu masih akan lanjutkan pelemahannya.

Menurut Rully Arya Wisnubroto, ekonom dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, kemungkinan pelemahan di perdagangan hari ini akan terus terjadi. Besarnya kemungkinan Senat AS memberikan persetujuan terhadap rancangan Undang-Undang Pajak yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump itu bakal menjadi sentimen negatif yang menghadang laju apresiasi mata uang Indonesia itu.

“Jadi pengaruh terbesar itu lebih dikontribusikan oleh akan adanya persetujuan RUU Pajak di AS. Dan di saat yang bersamaan di dalam negeri tak ada data positif yang bisa menolong rupiah keluar dari teritori negatifnya,” ungkap dia di Jakarta, Rabu (20/12).

Rully kembali menegaskan, dengan kondisi yang tak positif bagi rupiah itu, maka siap-siap akan menjutkan koreksinya. Meski begitu, dia mengelak kalau perlemahan mata uang Garuda ini gara-gara perekonomian domestik yang memburuk.

“Karena sudah biasa rupiah berada dalam tekanan di akhir tahun ini. Sekalipun kinerja ekonomi kita cukup bagus. Dan semua data ekonomi Indonesia juga bagus,” jelasnya.

Untuk itu, dengan kondisi tersebut, dirinya memprediksi laju support rupiah akan berada di rentang  13.600/USD. Sementara untuk pergerakan resistance rupiah akan berada di kisaran 13.560/USD.

Busthomi

Artikel ini ditulis oleh: