Medan, Aktual.co — Maskapai penerbangan Lion Air diduga telah melakukan pembohongan terhadap penumpang. Dugaan itu berdasarkan keterangan salah seorang penumpang asal Medan, Zulkifli Effendi Siregar, Selasa (25/11).
Pembohongan itu berawal saat dirinya bersama istri dan anak berniat berobat ke Penang Malaysia. Terjadwal dengan penerbangan pukul 12.50 wib, dari Jakarta.
Persoalan muncul ketika manajemen Lion Air mengumumkan penundaan keberangkatan. Zulkifli dan istri beserta delapan penumpang lainnya pun menanyakan kepada manajemen Lion Air apakah penundaan itu bisa ditunggu atau tidak.
“Kami bertanya dan mereka (manajemen Lion Air-red) jawab masih bisa ditunggu,” ujar Zulkifli.
Zulkifli yang juga Ketua DPD  Hanura Sumut itu bersama beberapa penumpang lainnya mengiyakan tawaran manajemen Lion Air dengan itikad baik.
Akhirnya Zulkifli dan penumpang lainnya diterbangkan sekira pukul 14.30 WIB. Dengan catatan, rute penerbangan itu tak langsung menuju Penang, melainkan harus terlebih dulu transit di Kualanamu International Airport. 
“Kami harus transit dulu ke KNIA karena manajemen menjanjikan, begitu sampai di KNIA kami langsung diterbangkan ke Penang,” tuturnya.
Namun janji itu ternyata berbuah kebohongan, pasalnya begitu tiba di KNIA, pesawat yang menuju Penang pun meninggalkan mereka. “Kami ditinggal di KNIA ini. Kami dibohongi. Ini pembohongan publik namanya” bebernya.
Zulkifli dan beberapa penumpang itu kemudian mengajukan komplain. Manajemen Lion Air hanya memberi kompensasi kepada penumpang berupa penginapan di Hotel Miyana kawasan Tol H Anif Medan. Di hotel itulah para penumpang kembali merasa diterlantarkan.
“Kami diperlakukan tidak manusiawi. Tidur kami hanya diberi tiga kamar padahal kami ada sepuluh orang. Makan pun ditanggung sendiri,” timpal Lesley, penumpang lainnya.
“Kami ini penumpang yang ingin berobat. Dengan delay ini, siapa yang bertanggungjawab soal kesehatan keluarga saya,” pungkas Lesley.
Meskipun Zulkifli dan penumpang lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa (25/11) dari KNIA ke Penang, atas pembohongan dan pelayanan itu, Zulkifli Efendi Siregar pun mengaku akan menggugat Lion Air. 
Sementara itu, Perwakilan Lion Air di Miyana Hotel, Uyuk kepada wartawan mengakui kejadian ini bukan kali pertama terjadi.
“Ini bukan pertama kali makanya kami tau bagaimana harus berbuat,” aku Uyuk sembari mengaku semua persoalan itu sudah dikordinasikan dengan manajemen. 

()