Jakarta, Aktual.co — Masyarakat kampung Basim, Kabupaten Asmat, Papua, telah menggembalikan senjata api dan magazine yang diambil saat menyerang Polsek Fayit, Kamis (7/5) malam.
Senjata api jenis SS1 beserta dua magazine-nya yang sebelumnya diambil warga Basim itu dilaporkan telah dikembalikan oleh masyarakat setempat, Jumat (8/5).
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Patrige, di Jayapura, Sabtu (9/5), mengaku belum mendapat laporan tentang dikembalikannya senpi oleh masyarakat Basim. Namun dia mengakui penyerangan sekitar 40-an warga ke Polsek Fayid disebabkan adanya warga yang ditempeleng oleh anggota kepolisian.
“Memang dari laporan yang diterima terungkap insiden itu berawal dari Petrus Tama ditangkap karena membawa katapel dan saat dibebaskan yang bersangkutan (Petrus) mengatakan ‘polisi bodoh’,” aku Kombes Patrige seraya menambahkan sesaat mendengar kata tersebut anggota langsung memempeleng yang bersangkutan.
Akibat korban melaporkan insiden yang dialaminya kepada warga, sehingga puluhan warga menyerang polsek dan menggambil senpi serta magazine serta melukasi satu anggota kepolisian, jelas Kombes Patrige.
Kepala Distrik Fayit dilaporkan telah menggeluarkan larangan bagi warganya membawa katapel karena banyak bangunan yang rusak akibat dikatapel warga.
Untuk mencapai Fayit dibutuhkan waktu dua jam perjalanan dengan menggunakan perahu motor

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby