Jakarta, Aktual.co — Kamis (28/5) sore merupakan saat yang tepat bagi Anda untuk mengoreksi arah Kiblat. Mengapa?.
Ya, karena Data Astronomi menunjukan tepat pukul 12.18 waktu Arab Saudi (atau pukul 16.18 WIB), Matahari akan melintas tepat di atas Kabah.
“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam itu akan mengarah tepat ke Kabah,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Mukhtar Ali, dalam keterangan tertulisnya kepada Aktual.co, pada Kamis (28/5).
Mukhtar menjelaskan, bahwa peristiwa yang dikenal sebagai Rashdul Qiblah adalah ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar Matahari menunjuk arah Kiblat.
Lewat fenomena alam tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada kaum muslimin dan pengurus takmir Masjid atau Mushalla yang akan memverifikasi kesesuain arah kiblat.
Untuk dapat melakukan penyesuaian arah kiblat, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.
1. Menentukan lokasi Masjid, Mushalla, Langgar, atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya. Sediakan tongkat lurus panjang satu sampai dua meter dan peralatan untuk memasangnya.
Siapkan juga jam atau arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio atau televisi atau internet
2. Cari lokasi di samping atau di halaman Masjid yang masih mendapatkan penyinaran Matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul.
3. Saat rashdul qiblah berlangsung amatilah bayangan Matahari yang terjadi (toleransi +/- 2 menit). Di Indonesia peristiwa rashdul qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menujuu ke Timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah Kiblat yang tepat;
4. Gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar Matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam Masjid atau rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.
Mukhtar kembali menuturkan, bahwa selain tongkat lurus, menara, sisi selatan bangunan Masjid, tiang listrik, tiang bendera, atau benda lain yang tegak juga bisa digunakan untuk melihat bayangan.
Artikel ini ditulis oleh:
















