Jakarta, Aktual.co — Pada 3 Februari 2012 HIM Damsyik menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cinere, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, ia dirawat selama sebulan di rumah sakit MMC Kuningan. Dan, jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak. Ia meninggal saat berusia 82 tahun.
Bernama lengkap Incik Muhammad Damsyik, ia mulai terkenal karena memerankan tokoh Datuk Maringgih dalam sinetron ‘Siti Nurbaya’ yang ditayangkan TVRI pada tahun 1992, sehingga akhirnya ia dikenal juga sebagai Datuk Maringgih dan karena kepiawaiannya berdansa menjadikannya memperoleh julukan Datuk Dansa.
Pria yang mempunyai tinggi tubuh 180 sentimeter dengan berat hanya 55 kilogram tersebut mulai bermain film pada tahun 1959 dalam ‘Bertamasya’. Awalnya Damsyik diajak bermain sebagai aktor oleh sutradara Win Umboh yang sebelumnya telah biasa mengajak dia sebagai koreografer untuk film-filmnya. Namun, Damsyik sempat berhenti dan mulai bermain kembali pada tahun 1981.
Selain bermain film, Damsyik mendalami dansa selama empat tahun di Rellum Dancing School, Belanda dan menjadi salah satu dari sedikit instruktur dansa Indonesia yang berhasil mengantongi ijazah dansa berkelas internasional.
Damsyik pernah menjadi juara kedua pada lomba dansa internasional di Bangkok. Nama Damsyik pun mulai terkenal sebagai guru dansa untuk tarian jenis ball room dan Amerika Latin di era 50-an.
Artikel ini ditulis oleh:

















