Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (persero) pada 23 Februari 2015 lalu kembali mengadakan tender LPG yang terdiri dari 22.000 MT butane dan 22.000 MT propane untuk pricing dan loading April 2015. Dalam Key and Term Condition (TOR) yang dikirimkan ISC-Pertamina ke peserta tender disebutkan jelas bahwa kebutuhan LPG ditenderkan untuk periode April 2015.
“We are pleased to invited your esteemed company to submit your best offer to our spot buying requirement for April 2015 with the following key terms and conditions,” ujar Pertamina dalam Data yang diperoleh Aktual di Jakarta, Minggu (3/5).
Data yang dimiliki Aktual menunjukkan bahwa pada tanggal 29-30 Maret 2015, Pertamina memenangkan Total dengan loading FOB Ruwais, UAE dengan harga CP Aramco Maret minus USD7,5. Dengan begitu, ISC-Pertamina telah melanggar prosedur karena dalam tender jelas disebutkan untuk loading bulan April 2015, namun justru memenangkan Total yang jelas manawarkan loading bulan Maret 2015. Padahal peserta lain, selain Total, menawarkan pricing & loading bulan April 2015. Bila ISC-Pertamina memilih loading & Pricing bulan Maret 2015 seharusnya ISC-Pertamina melakukan re-tender.
Berdasarkan nilai penawaran yang ada, Sietco (Shell East Trading Company) seharusnya menjadi pemenang dengan pricing CP Aramco bulan April minus USD2,5. Maka, terlihat jelas ISC-Pertamina telah merugikan Perusahaan dan Negara karena harga CP Aramco bulan Maret jauh lebih tinggi daripada bulan April 2015.
Seperti diberitakan Aktual sebelumnya, PT Pertamina (persero) diduga kembali melakukan kecurangan terkait tender LPG untuk loading bulan Maret 2015. Pasalnya, dalam Term of Reference (TOR) penawaran tender ke peserta, Pertamina akan melakukan untuk pricing dan loading bulan April 2015.
Berdasarkan data yang dimiliki Aktual, pada tanggal 23 Februari 2015, Pertamina-ISC yang dipimpin Daniel Purba mengundang tender LPG yang terdiri atas Butane dan Propane untuk loading bulan April 2015 dengan spot total 44.000 mt.
Selanjutnya, pada tanggal 26 Februari 2015, para peserta tender termasuk Total memasukkan penawaran ke Pertamina. Namun, diketahui Total ternyata tidak memasukkan penawaran sesuai dengan TOR yang diberikan Pertamina. TOR tersebut untuk loading dan pricing LPG bulan April 2015.
Kemudian, data yang dimiliki Aktual menunjukkan Pertamina memenangkan Total sebagai pemenang tender LPG untuk loading dan pricing bulan Maret 2015. Kejanggalan ini begitu terlihat dikarenakan TOR yang dibuat Pertamina untuk loading dan pricing April 2015.
Total sedari awal sepertinya ada ‘kongkalikong’ dengan Pertamina-isc. Dugaan tersebut terlihat ketika Total memasukkan tender tidak sesuai dengan TOR April 2015, namun menjadi pemenang tender LPG Bulan Maret.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














