Jakarta, Aktual.co — Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan bahwa Denmark akan memusatkan perdagangan dan investasinya ke Asia khususnya Indonesia, mengingat nilai total perdagangan non-migas kedua negara saat ini mencapai sekitar 393 juta dolar AS.
“Setelah melalui kajian yang cukup mendalam, Denmark telah mengambil kebijakan untuk mengarahkan sumber daya yang dimilikinya ke Asia, terutama Indonesia,” kata Rachmat, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (30/4).
Rachmat menambahkan, kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah Denmark dengan dilandasi kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dan pemerintah baru yang berpihak kepada pebisnis.
Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat memimpin Misi Dagang Indonesia bertemu Minister of Trade and Development Cooperation of Denmark, Mogens Jensen, di Kopenhagen, Denmark. “Sejalan dengan kebijakan tersebut maka direncanakan kunjungan Ratu Denmark ke Indonesia pada akhir tahun ini bersama-sama dengan rombongan 50 pengusaha negara itu yang siap berbisnis,” katanya.
Rachmat menjelaskan, para pengusaha tersebut siap untuk berbisnis di berbagai sektor, seperti infrastruktur di bidang maritim dan pelabuhan, energi terbarukan, serta kerja sama teknologi ketersediaan pangan.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, sejumlah isu juga dibicarakan antara lain peningkatan kerja sama perdagangan yang lebih komprehensif, pemanfaatan kerja sama antarkawasan, termasuk ASEAN Economic Community (AEC), maupun keberlangsungan pembahasan mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa.
Kunjungan kerja Mendag Rachmat ke Denmark pada tahun ini sekaligus menandai 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Denmark yang telah berjalan baik dalam berbagai kerja sama dan program di berbagai bidang.
Ekspor nonmigas Indonesia ke Denmark pada 2014 mencapai 226 juta dolar AS, dengan pertumbuhan 3,56 persen per tahun selama periode 2010-2014. Sementara itu, pada periode Januari-Februari 2015 nilai ekspor Indonesia ke Denmark telah mencapai 37 juta dolar AS.
Sedangkan, impor non-migas Indonesia dari Denmark pada 2014 sebesar 167 juta dolar AS dengan pertumbuhan 1,19 persen per tahun selama periode 2010-2014. Impor Indonesia dari Denmark pada periode Januari-Februari 2015 sebesar 31 juta dolar AS.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Denmark pada periode Januari-Februari 2015 adalah sepatu kulit, dengan pangsa ekspor 26,5 persen, margarin dengan pangsa 9,6 persen, pipa dengan pangsa 9,57 persen, sepatu tekstil 7,2 persen, dan kursi 4,8 persen dari total ekspor Indonesia ke Denmark.
Sementara itu, produk utama impor Indonesia dari Denmark adalah mesin sentrifugal dengan pangsa 16 persen, susu dan krim 15,2 persen, serta obat-obatan 9,4 persen dari total impor Indonesia dari Denmark.

Artikel ini ditulis oleh: