Garut, Aktual.co — Gunung Guntur yang terletak di Kabupaten Garut adalah gunung vulkanik. Gunung ini sempat meletus dan memuntahkan pasir dan batu. Kini, letusan gunung membawa berkah bagi warga lokal. Mereka mengais rejeki dengan menjadi penambang pasir dan batu. 
Salah satu warga kaki gunung Guntur yang ikut menggantungkan mata pencaharian sebagai penggali adalah Ujang. Ditemui Aktual.co, beberapa waktu lalu di kaki Gunung Guntur, Ujang menuturkan, pekerjaan ini dilakoni sejak beberapa tahun terakhir. 
Sebelumnya, ia mencoba peruntungannya dengan berjualan di Kota Kembang Bandung. Namun, karena dikejar-kejar Satpol PP, ia akhirnya kembali ke kampung halamannya. Ujang tidak bekerja sendiri. Ia bersama lima orang rekannya lain menggali batu dan pasir untuk kemudian pindahkan ke truk pengangkut. Dalam sehari ia bisa melakukan itu tiga rit.
“Setiap satu truk pasir, saya dan teman-teman dibayar Rp100 ribu. Ya pokoknya Alhamdulillah,” imbuhnya. 
Sementara itu, para pemilik truk harus mengeluarkan biaya transportasi sekitar Rp200 ribu untuk mengangkut bahan alam ini. Biaya jualnya sekitar Rp500, tapi semua bisa berubah tergantung jauh dekat pemesanan.
Ujang pun menegaskan, warga kaki Gunung Guntur kebanyakan bekerja sebagai kuli angkut pasir dan batu. Memang ada sebagian yang berjualan seperti bakso dan yang lain. Tapi warga sini kebanyakan ya jadi penggali pasir.
Meski demikian, para penggali pasir di kaki gunung ini mulai was-was. Sebab, korporasi besar sudah masuk ke gunung ini. Seorang penggali yang ditemui Aktual, dan tidak mau disebut namanya, mengatakan, jika korporasi besar mulai masuk, maka persaingan bebas dimulai.
Kalau penggali tradisional butuh waktu cukup lama untuk menggali, korporasi besar dengan alat berat masuk, eksploitasi akan cepat. “Bisa jadi cuma beberapa tahun gunung ini habis kang,” katanya.

(Warnoto)