Jakarta, Aktual.com — Mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Republik Indonesia Ryaas Rasyid mememiliki penilaian tersendiri terhadap mantan Gubernur NTT Brigjen (Purn) dr. Aloysius Benedictus Mboi (Ben Mboi).

Salah satunya, sosok almarhum dikenal memiliki terobosan tentang desentralisasi daerah yaitu otonomi fungsional dan teritorial.

“Hal yang paling brilian dari beliau ini adalah mengenai pendekatan baru dalam desentralisasi, harus ada pembedaan antara otonomi teritorial dan otonimi fungsional,” ucap Ryaas dalam acara diskusi dan peluncuran buku bertajuk ‘Percikan Pemikiran Menuju Kemandirian Bangsa’, di Jakarta, Jumat (16/10).

Lebih lanjut, Ryaas menjelaskan konsep desentralisasi Ben Mboi diartikan bahwa pelaksanaan otonomi di suatu daerah berbeda dengan daerah lain. Hal itu disebabkan adanya potensi masing-masing daerah yang berbeda dan harus bisa dikembangkan.

“Perlu spesifikasi apa yang perlu dikembangkan karena ada peluang kembangkan potensi lokal,” ucap menteri di era Presiden Gus Dur itu.

Menurut dia, pemikiran Ben Mboi saat ini tidak bisa dielaborasi dengan baik, padahal bisa mengembangkan sebuah daerah untuk berkembang.

Dia mencontohkan, daerah berciri kepulauan tidak bisa disamakan penerapan otonominya dengan daerah daratan.

“Sehingga kalau prinsip desentralisasi disamakan maka daerah kepulauan tidak maju dibandingkan daerah daratan,” papar dia.

Untuk ketahui, dalam acara tersebut dihadiri istri dari Ben Mboi sekaligus mantan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, lalu pemikir sosial FX Bambang Ismawan, anggota Komisi XI DPR Jhony G Plate, Kiki Syahnakri, Ignas Kleden serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman.

()