Jakarta, Aktual.co —Demi menghemat anggaran, di tahun 2015 nanti para pejabat di jajaran Pemprov DKI dan DPRD DKI akan menggunakan mobil sewaan sebagai mobil dinas yang biayanya diambil dari APBD 2015.
Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan penggunaan mobil sewaan untuk mobil dinas dilakukan karena dianggap lebih hemat anggaran.  
Karena perawatannya akan ditanggung oleh pihak perusahaan yang menyewakan mobil. 
“Iya kita mau sewa aja. Untuk Kepala Dinas dan Anggota Dewan,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Rabu (5/11).
Tapi kebijakan itu bukan keharusan. Kata Ahok pihaknya memberi alternatif pilihan bagi pejabat SKPD dan DPRD DKI untuk kendaraan dinas. 
Apakah mau menggunakan kendaraan dinas sewaan, atau menggunakan kendaraan pribadi namun dan mendapat tunjangan kendaraan sebagai pengganti biaya transportasi. 
Bagi pejabat Pemprov DKI, tunjangan kendaraan sebesar Rp12 juta. Tapi Ahok belum tahu besarnya tuntangan untuk anggota dewan. 
“Pokoknya mereka suruh milih barang atau uang. Soalnya sama aja. Kalau sewa kita engga usah mikir masalah perawatan kan udah ditanggung,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta Saefullah mengatakan penggunaan mobil sewaan untuk mobil dinas pegawai sebenarnya sudah biasa dilakukan di luar negeri. Namun dia tidak menjelaskan negara mana yang dimaksudnya.
“Di luar negeri ternyata sudah biasa mobil dinas itu bukan dari dibeli, tapi disewa. Ini karena memang jauh lebih hemat, tapi besok kami akan bicarakan lagi,” ujar Saefullah di Balai Kota, Selasa (4/11).
Sejauh ini belum didapat informasi mengenai perusahaan penyewaan mobil mana yang akan dipakai, dan apakah akan dilakukan tender. 

()