Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua YLKI Indah Sukmaningsih menghimbau Menteri Perhubungan Ignasius Jonan instruksikan jajarannya untuk mengaudit Lion Air secara keseluruhan.
“Perlu di audit oleh kementerian perhubungan secara keseluruhan, Jonan yang instruksikan, supaya kita tahu bahwa seperti apa sebetulnya keadaanya, takutnya kaya dulu konsumen beli jauh-jauh hari pada gak terbang, terus ilang aja gitu,” ujar Indah saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/2).
Menurutnya perlu ada intervensi dari pemerintah yang memastikan bahwa menjual tiket sebelum hari dapat menjamin konsumen. 
“Khan lagi tren beli tiket tiga bulan sebelum hari keberangkatan lebih murah, itu kan yang ngendep duit konsumen bukan duit perusahaan tapi dipake untuk operasional sehari-hari, kalo prakteknya selama ini begitu tentunya harus ada intervensi negara. Ini berpotensi duit konsumen dipakai buat pajak dulu, buat karyawan dulu,” katanya
Indah menambahkan kejadian Lion Air ini adalah bentuk pembiaran terhadap nasib konsumen dan masyarakat yang berpotensi seperti kasus Batavia Air yang tidak bisa membayar hutang karena “force majeur”.
“Potensi kok kaya yang kemarin ya ? terakhir maskapai yang dipailitkan itu, uang konsumen hilang begitu aja, apa begitu caranya, instrumen yang paling dirugikan yakni konsumen, jadi harus dibedakan uang titipan masyarakat yang beli dimuka sama uang operasional. Yang terakhir kasusnya dipailit itu kan uang konsumen hilang begitu aja, dan akan terulang begitu lagi gak belajar dari pengalaman yang ada, itu yang disebut alineasi, tidak kepedulian pelaku usaha dan kelalaian birokrasi,” katanya
Indah menekankan Kementerian Perhubungan secara tegas mengontrol penjualan tiket inden (bayar dimuka) serta mengadakan audit menyeluruh di Lion Air dan maskapai lainnya, agar kejadian serupa tidak terus muncul.Sebab, Kemenhub yang bertanggung jawab atas perijinan penjualan tiket tersebut.
“Mereka (kemenhub) memberi ijin jual tiket jauh hari, tapi kontrol gak ada, tapi rugi konsumen gak pernah di bahas padahal dia mengijinkan menjual sebelum hari H, perlu audit total terhadap perusahaan yang begitu, masa gitu aja gak bisa,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh: