Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih menilai Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terlalu terburu- buru mengambil keputusan tanpa mendengarkan keinginan konsumen. Pasalnya Kementerian Perhubungan akan menutup counter tiket di bandara mulai 15 Februari 2015.
“Dia (Jonan) terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mendengarkan konsumen ataupun pihak yang perhatiannya pada masalah perlindungan konsumen,” ujar Indah saat dihubungi Aktual.co, Kamis (5/2).
Indah mengatakan tidak ada masalah jika kebijakan itu diperuntukkan rencana liburan konsumen, tetapi tidak bagi masyarakat yang memiliki kepentingan mendadak.
“Ada benernya mungkin mengajak masyarakat untuk mulai belajar ‘planning’ jika itu liburan, kalau berita mendadak? saya nggak tau pak Jonan ‘reason’ nya apa menutup itu,”
Menurutnya Menhub perlu jabarkan alasan menutup counter tiket di bandara.
“Itu yang ditutup counter lion air saja atau semua ditiadakan ? mengapa itu dilakukan ? apakah terjadi kericuhan selama ini ? apakah counter itu membuat harga semakin tinggi bagi konsumen ?,” tanyanya
Menurut Indah, Menhub hanya melakukan pendekatan kekuasaan bukan pendekatan konsumen. Konsumen paling bahagia dan paling menghormati kebijakan jika konsumen memiliki pilihan.
“Dia nggak ngerti konsumen, konsumen perlu banyak pilihan. Ada harga murah, harga mahal, urgensi, planning, dan lain-lain,” katanya
Indah menambahkan Menhub sebagai penentu atau regulator yang baik harus mendengarkan konsumen karena persaingan semakin banyak. Kebijakan adalah bagian dari.marketing sehingga harus mengetahui kemauan pasar.
“Jadi jangan terburu-buru ambil keputusan tanpa mendengarkan, jangan hanya kepentingan sebagai regulator,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















