Jakarta, Aktual.co — Isu yang mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia masih berutang ke International Monetary Fund (IMF) sebesar USD2,79 miliar langsung dibantah oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, utang Indonesia ke IMF sudah lunas sejak tahun 2006 dan USD2,79 miliar tersebut merupakan standby loan.
“USD2,79 miliar itu kuota alokasi SDR (Special Drawing Rights/mata uang IMF), jadi kuota alokasi SDR dari IMF untuk semua anggota IMF. Standby loan ini bisa dipakai oleh Indonesia kalau perlu,” ujar Bambang di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (28/4).
Mengenai pidato Presiden Jokowi di Konferensi Asia Afrika (KAA) yang hanya mengkritik World Bank, Asia Development Bank (ADB), dan IMF, namun tidak mengkritik Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) dinilai sebagian pihak hal itu tidaklah adil. Pasalnya, bank-bank yang dikritik Jokowi tersebut tidak berbeda dengan AIIB, yaitu bank pembiayaan.
“Yang sudah ada kan World Bank, ADB, tapi selama ini Amerika Serikat (AS) sangat keras pada AIIB, ini ngga fair. Negara emerging ingin sediakan financing, tapi AS ngga setuju, sementara AS sendiri ngga mau tambah modal di World Bank dan ADB, jadi kami apresiasi ini (AIIB),” jelasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















