Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan Bank Dunia bersedia membiayai aktivitas “blue economy” (ekonomi biru) di Indonesia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan kawasan pesisir.
“Bank Dunia bersedia masuk ke Lombok selatan,” kata Indroyono di Jakarta, Rabu (18/2) malam.
Menurut dia, di Indonesia kegiatan program yang masuk dalam aktivitas ekonomi biru antara lain terdapat di Lombok selatan, yang juga masih banyak masyarakat miskinnya.
Menko Maritim mengemukakan pada APBN 2015 di setiap Direktorat Jenderal KKP ada program di Lombok Selatan untuk penerapan ekonomi biru.
Apalagi, Indonesia adalah yang pertama kali mengangkat isu ekonomi biru di tingkat global, yaitu tepatnya di FAO.
Pembangunan sektor kemaritiman di Indonesia perlu melibatkan nelayan tradisional dalam posisi strategis sehingga tidak hanya didominasi para pengusaha perikanan berskala daerah yang ada di berbagai daerah.
“Selama ini, pengelolaan sumber daya alam dan strategis posisi ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) kepada swasta dan asing, sudah saatnya nelayan tradisional didorong partisipasinya untuk terlibat dalam pelaksanaan dan pengelolaan agenda kerja Poros Maritim Dunia,” kata Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Senin (16/2).
Menurut Abdul Halim, sejauh ini nelayan tradisional kerap tidak mendapatkan manfaat atas strategisnya posisi geografis laut Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















