Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Sofyan Djalil tidak mempermasalahkan sumber dana penyertaan modal negara atau PMN kepada BUMN berasal dari utang negara.
“Dana PMN berasal dari utang negara tak masalah. Utang negara selama digunakan dengan baik tidak masalah,” katanya di Istana Bogor, Senin (16/2).
Menurut dia, utang negara sama seperti layaknya utang rumah tangga yang justru bisa berfungsi sebagai dana subsidi untuk keperluan produktif. PMN BUMN memang dibiayai dari dana hasil penerbitan obligasi alias utang negara.
“Utang selama kita mampu bayar tidak masalah. Perusahaan saja tidak bisa berkembang kalau tidak punya utang, yang paling penting bagaimana utang kita kelola dengan baik,” katanya.
Menurut dia, PMN bagi BUMN sangat baik untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
“Makin sedikit kita berikan proyek-proyek infrastruktur kepada kementerian itu semakin bagus. Kasih ke BUMN agar nilai proyek infrastruktur itu bisa dilipatgandakan lebih besar,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menyuntikan dana PMN kepada BUMN yang berhubungan dengan infrastruktur antara lain, PT Pelindo (Persero), PT Angkasa Pura (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), dan PT KAI (Persero).
Pada Rabu (11/2), Komisi VI DPR RI akhirnya hanya menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 27 BUMN di bawah naungan Kementerian BUMN yang totalnya mencapai Rp37,276 triliun.
Jumlah ini menurun dari usulan sebesar Rp48 triliun yang hendak digelontorkan ke 35 BUMN.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















