Jakarta, aktual.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate berharap stasiun televisi tetap menjaga kualitas siaran mereka menjelang pemilihan umum 2024.

“Jadi kualitas konten perlu kita perhatikan karena sebentar lagi menjelang pemilihan umum,” kata Menteri Johnny dalam siaran pers, diterima Senin (17/10).

Kualitas konten siaran televisi dinilai berperan penting dalam meningkatkan demokrasi di Indonesia. Menurut Menteri Johnny, demokrasi yang mencerdaskan diperlukan supaya partisipasi rakyat berada dalam suasana batin yang menyenangkan dan supaya proses Pemilu bisa semakin baik.

“Jangan sampai manuver-manuver politik membuat keterbelahan masyarakat. Jangan sampai ancaman polarisasi masyarakat muncul karena pilihan-pilihan diksi yang keliru di ruang publik. Ini harus kita jaga bersama-sama, harus kita hormati konstitusinya,” kata Menteri Johnny.

Kementerian Kominfo mengharapkan stasiun televisi memasukkan unsur literasi dan edukasi pada siaran televisi yang mereka buat.

Selain siaran televisi, Menteri Johnny juga berharap ruang digital bisa dimanfaatkan untuk komunikasi politik yang positif, dengan tujuan membangun demokrasi di Indonesia yang lebih baik.

Sang menteri tidak ingin ruang digital menjadi “kotor” oleh konten negatif pada tahun politik 2023 dan 2024.

“Jangan sampai kontestasi demokrasi dan proses politik tahun 2022, 2023 dan 2024 nanti, ruang digital Indonesia menjadi kotor. Jangan memproduksi hoaks, ujaran kebencian, disinformasi, misinformasi, dan malinformasi di dalam ruang publik. Mari kita jaga bersama-sama,” kata Menteri Johnny.

Berkaitan dengan hoaks, Kementerian Kominfo per 2 Oktober menemukan 546 konten hoaks soal vaksin COVID-19. Konten tersebut disebarkan di lima media sosial yang populer di Indonesia, yaitu Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan TikTok, hingga sebaran konten mencapai 3.322.

Kementerian Kominfo per tanggal tersebut sudah menurunkan (take down) semua hoaks vaksin COVID-19 yang tersebar di berbagai platform.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)