Jakarta, Aktual.co — Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga sambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/11). Kedatangannya guna melaporkan harta kekayaan.
“Kalau totalnya sama dengan dulu, sekitar Rp 4 miliar sekian ya. Kalau tanah dan bangunan itu ada kenaikan karena NJOP saja. Kemudian ada penurunan di tabungan. Tidak ada peningkatan. Sama saja dengan yang dulu,” ujar Puspayoga yang mengenakan batik coklat di gedung KPK, Jakarta, Senin (10/11).
Menteri Koperasi dan UKM itu mengaku tidak memiliki tabungan di luar negeri. Piutang dan hutang juga diakuinya tidak ada. Ia menyatakan, setelah menjadi menteri, kekayaannya juga akan naik.
“Kalau dengan NJOP naik, pasti naik dia kan. Kemudian gajinya Rp 19 juta kan habis untuk konsumsi,” jelasnya.
Selain melaporkan LHKPN, Puspayoga juga mengatakan akan meminta rekomendasi dari KPK untuk program kerjasama ke depannya.
“Gini, saya termasuk wali kota yang pertama kali melakukan kerja sama dengan KPK. Kalau gak salah tahun 2005. Kita minta saran-saran KPK. Kita bicarakan sedikit, sebentar. mohon arahan dari KPK,” tutur Puspayoga.
Dengan melapornya Menteri Koperasi dan UKM, bertambah satu menteri kabinet kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang telah melapor LHKPN ke KPK menjadi 6 menteri setelah sebelumnya ada 5 menteri yang melapor yakni Menpan-RB Yuddy Chrisnandi, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Kesehatan Nilla F. Moeloek, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

(Nebby)