Jakarta, Aktual.co — Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdjijatno akan membentuk Tim Terpadu Pemburu Tersangka, Terpidana dan Aset yang telah selesai masa tugasnya pada Desember 2014 lalu, setelah menuntaskan pembentukan tim panitia seleksi calon pimpinan KPK.
“Hari ini sudah diumumkan pansel KPK, kemudian nanti akan ada masalah pembentukan komisioner dari KPK. Nanti tentunya punya agenda-agenda baru untuk terus memburu masalah ini (buronan korupsi di luar negeri). Karena kebijakan presiden tetap pemberantasan korupsi menjadi agenda utama negara,” kata Tedjo di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Kamis (21/5).
Tedjo menyebut akan ada target untuk menangkap para buronan tersebut. Hanya saja, Tedjo tidak menyebut secara pasti target apa yang dimaksud. “Nanti demikian, nanti akan ada,” ucapnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo dijamu makan malam kenegaraan di State Function Hall Gedung Parlemen Papua Nugini oleh PM Papua Nugini Peter O’Neil, pada Senin (11/5).
Presiden RI sempat ditemui oleh pejabat serta pengusaha dari Papua Nugini. Salah satu yang hadir yaitu pengusaha yang juga adalah adik dari buronan Djoko Tjandra.
Suasana makan malam memang berlangsung cair antara dua kepala negara dan para delegasi yang hadir. Namun ada beberapa tamu yang sesekali menemui dua kepala negara di meja depan di mana mereka duduk berjajar.
Belakangan diketahui diantara mereka adalah adik dan kerabat buronan Bank Bali Djoko Tjandra. ” Yang satu adiknya, yang satu lagu kerabatnya,” kata seorang dari KBRI.
Staf KBRI itu, yakin setelah dia meminta kartu nama yang tertulis Sangkara Tjandra. Di kartu tersebut tertulis perusahaan Papindo Ltd. Tidak diketahui persis tujuan mereka menemui Jokowi di tengah jamuan makan malam bersama pemerintah Papua Nugini tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby
















