Jakarta, Aktual.co — Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang menyudutkan sepakbola Indonesia sebagai penyebab tidak majunya olahraga Indonesia, mendapat kecamanan dari pihak PSSI.

Direktur Members&Development PSSI, Budi Setiawan, sangat geram dengan komentar Menpora asal PKB itu, yang dianggapnya tidak mengetahui perkembangan sepakbola Indonesia.

Budi menegaskan, tidak ada kaitannya prestasi olahraga Indonesia dengan kisruh PSSI yang sudah berlalu dua tahun silam.

”Pertanyaannya apakah ada kisruh PSSI? Iya dulu ada, Kisruh pssi yang paling tajam adalah pasca 2011 hingga medio 2013, dimana memang ada dualisme organisasi. Namun masa suram itu sudah berlalu, kurang dari dua tahun PSSI telah bermetamorfosis menunjukkan hasil kerja dan hasil nyata, meskipun belum bisa memuaskan semua pihak,” kata Budi ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (30/3).

Lebih lanjut Budi menanyakan kepad Menpora terkait pernyataannya itu, apakah ada kisruh PSSI saat ini? Jika ada, kisruh yang mana yang dimaksud Menpora?

”Kisruh organisasi PSSI sudah berlalu, penggunaan kata kisruh PSSI itu sangat tidak tepat, karena sangat menyesatkan, seolah-olah  ada konflik di pengurus PSSI,” tegas Budi.

Justru, Budi menilai, kisruh kompetisi ISL disebabkan oleh inisiasi Menpora yang mengakomodir kepentingan orang-orang lama. “Siapa mereka? Pengelola LPI (Liga Premier Indonesia) yang sudah terbukti tidak kompeten dalam mengelola kompetisi, setengah musim kompetisi berjalan dan tidak berlanjut. Hutang klub dimana-mana. Itu semua merusak tatanan sepakbola. Semua itu dilakukan mereka dalam waktu singkat,” katanya.

Seperti diketahui, di salah satu media online, Menpora mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan. Dia
menuding kisruh yang terjadi di dalam organisasi PSSI telah menjadi penyebab prestasi olahraga di negeri ini tak pernah maju.

“Konflik internal yang terjadi di tubuh organisasi sepak bola ini yang menyebabkan dunia olahraga kita tidak maju-maju,” katanya Imam kepada wartawan usai peresmian Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Wijaya Kusuma, Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (28/3).

Artikel ini ditulis oleh: