Surabaya, Aktual.co — Sebanyak dua belas WNI yang dipulangkan pemerintah Turki terkait dugaan keterlibatan jaringan ISIS, dipastikan aman selama di rumah sosial yang disediakan kementerian sosial.
“Jadi sudah dua hari 12 WNI yang dipulangkan pemerintah Turki ini berada di rumah sosial yang menjadi rumah transit, dipastikan aman dan baik-baik saja.” Ujar Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansah, saat menghadiri Harlah ke 69 Muslimat NU di Surabaya, Minggu (29/1).
Khofifah menegaskan, selama berada di rumah sosial mereka menjalani proses reintragsi dan konseling untuk mengembalikan rasa trauma, sekaligus bagaimana cara ketika menghadapi kembali ke tempat asal.
“Tetapi saya juga mendapat informasi rumah meraka ada yang dijual. Nah ini juga menjadi pembahasan untuk kementerian” lanjut Khofifah.
Khofifah mengatakan, karena kasus 12 WNI ini bukan bencana, maka bagi yag tidak punya rumah, bukan wewenang kementerian, tetapi tugas pemda setempat. Dikarenakan kasus baru, maka kementerian sosial akan berkoordinasi dengan pemda sesuai dengan SOP untuk disediakan lahan baru, dan anggaran bisa mendapatkan bantuan dari kemensos.
Begitu pula di rumah sosial, mereka yang tidak punya rumah juga tetap disediakan psikiater, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya nanti.
Namun, proses perjalanan psikiater dan reintegrasi tentunya berbeda dengan penanganan kasus-kasus TKI yang gagal. Jika TKI gagal, biasanya dibutuhkan rehabilitasi selama dua minggu. Tetapi, untuk 12 WNI dari Turki tersebut dibutuhkan waktu yang lebih lama.
“Penanganan anak-anak jelas berbeda dengan orang tuanya. Karena anak-anak hanya sebagai pengikut orang tuanya. Untuk dewasa juga bisa berbeda, sebab antara ayah dan ibu bisa saja mengalami proses trauma yang berbeda.” tutup Khofifah.
Artikel ini ditulis oleh:















