Jakarta, Aktual.co —Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial membutuhkan data memadai, sehingga bisa dirancang dengan tepat dan akurat dengan melakukan kegiatan penelitian. “Pembangunan kesejahteraan sosial (kesos) sebagai bagian dari pembangunan nasional, salah satunya ditujukan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” katanya kepada wartawan, Selasa (25/11). Dikatakan Khofifah bahwa hal tersebut sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2009, tentang kesos agar Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan pembangunan di bidang kesos, termasuk berbagi upaya untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesos itu sendiri. Melalui Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos), sebagi salah satu tugasnya melakukan penelitian dan pengembangan terkait kebijakan penanganan masalah kesejahteraan dan praktik pekerjaan sosial. “Hasil penelitian kesos, diharapkan mampu merespon kebutuhan di lingkungan Kemensos dan mitra kerja kerja, baik di dalam maupun luar negeri yang memiliki kegiatan terkait PMKS, ” katanya. Kegiatan Badiklitkesos, sambung Khofifah diperlukan untuk melakukan publikasi dan sosialisasi dari hasil penelitian dan pengembangan kesos melalui “Konferensi Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial III Tahun 2014” dengan tema “Mewujudkan Kebijakan Kesejahteraan Sosial Berbasis Riset Melalui Konferensi Hasil Penelitian.” Tujuan utama diadakan konferensi di antarnya: Pertama, agar tersosialisasikannya hasil-hasil penelitian terkait studi kebijakan, pengembangan prototype model pelayanan dan nuansa conceptual framework Pekerjaan Sosial (Peksos). Kedua, meningkatkan pemahaman para pengguna akan manfaat hasil penelitian dan pengembangan bagi perumusan rencana, kebijakan, dan peningkatan pelayanan kesos. Tentunya, sesuai kondisi objektif permasalahan kesos, kebutuhan serta berbagi sumber yang ada dalam penanganan permasalahan sosial. “Ketiga, bisa terwujudnya sinergitas antara penelitian dan pengembangan kesos dengan direktorat teknis di lingkungan Kemensps serta dengan pihak lain, sehingga hasil penelitian bisa dimanfaatkan unit teknis pengguna hasil penelitian tersebut.
Keempat, agar terwujud tukar-menukar informasi dan pengalaman terkait fokus penelitian dan perkembangan berbagai metode penelitian yang bisa diterapkan di lingkungan Badiklitkesos dan terkait lainnya,” tukasnya.

(Andy Abdul Hamid)