Jakarta, aktual.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyampaikan peran perguruan tinggi melalui program KKN penting dalam pembangunan desa.

“Saya harap mahasiswa UGM yang KKN di desa bisa membantu dan melakukan percepatan pemerataan pembangunan,” ujar Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam acara Pengarahan dan Penerjunan Mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 4 Tahun 2022 di Yogyakarta, Jumat (16/12).

Dalam keterangannya, ia mengatakan setidaknya ada tiga hal yang menjadi target dan dikebut dalam pembangunan desa melalui Dana Desa yang digelontorkan pemerintah.

“Pertama, percepatan pemerataan pembangunan, karena pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas oleh Pak Presiden Joko Widodo,” kata Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Target selanjutnya, kata dia, adalah percepatan pelayanan publik, ia berharap kebutuhan apapun yang terkait dengan warga desa secepat mungkin bisa dilayani di tingkat desa dan maksimal pada level kecamatan.

Adapun target yang ketiga melalui Dana Desa adalah peningkatan sumber daya manusia. Pasalnya, SDM adalah bagian penting dalam upaya percepatan pembangunan desa.

Ia menekankan, pemanfaatan potensi desa harus didukung dengan sumber daya manusia yang memadai.

Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia mengatakan KKN sudah menjadi mata kuliah wajib di UGM sejak 1979, pada 2006 direkontekstual menjadi KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan tujuan agar mahasiswa lebih memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menambahkan, pada KKN-PPM kali ini UGM menerjunkan sebanyak 1.033 mahasiswa yang akan disebar ke 10 provinsi, 27 kabupaten dan kota, 50 kecamatan dan 102 desa di seluruh Indonesia mulai 16 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023.

“Sejak tahun 2018 hingga 2002 KKN-PPM telah mengangkat tema dan lokasi di 48 daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) di pedesaan dan kawasan Transmigrasi. Ini sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan daerah yang lebih baik,” tutur Ova.*

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)