Jakarta, Aktual.com – Terdakwa suap Dana Hibah KONI Miftahul Ulum mengklaim hanya menjadi korban dalam perkaranya. Hal itu disampaikan Ulum lewat penasihat hukumnya usai persidangan.

Ulum merasa aneh dengan keterangan saksi yang dihadirkan dipersidangan hari ini di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2).

“5 saksi jelaskan dalam waktu sama terdakwa terlibat berarti ada yang disembunyikan. Satu terdakwa tidak mungkin dalam satu waktu ada di lima tempat berarti ada empat orang,” kata Penasihat Hukum Ulum, Laradi‎ Eno kepada wartawan usai sidang.

Selain itu, Laradi juga menyinggun soal munculnya inisial-inisial dalam persidangan tadi. Namun semua diarahkan kepada Ulum.

“Ada yang menarik di persidangan menyebutkan mr x dan mr y. Ada yang katakan mr x Miftahul Ulum terdakwa, tapi ada yang mencoba membuat konstruksi hukum yang baru,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Ulum berjanji akan mengungkap semua yang diketahui agar kasusnya terang benderang. Sambil menimbang mengajukan Justice Collaborator (JC) ke KPK.

Termasuk mengungkap dugaan keterlibatan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus suap dana hibah KONI ini.

“Tadi keterangan beberapa saksi sudah mengarah. Kita ikuti saja. Ada perkara yang sengaja dihentikan dengan cara-cara nanti kita ikuti persidangannya,” tegas Laradi. (Fadlan Butho)

(Tino Oktaviano)