Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik yang juga pendiri Global Future Institute, Hendrajit, menyebut langkah Presiden Joko Widodo melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai kekeliruan. 
Pasalnya, sejak awal Jokowi sudah menyampaikan ke publik semangat dalam menjalankan pemerintahannya sesuai ajaran Trisaksi-nya Bung Karno. Semangat ini pula yang kemudian dijalankan dalam menyeleksi susunan kabinetnya.
Presiden kemudian menekankan susunan kabinetnya terdiri dari dua kategori, yakni profesional murni dan profesional partai politik. Semangat Trisakti dan kategorisasi susunan kabinet inilah yang menurut Hendrajit keliru.
“Presiden Jokowi sudah melakukan langkah keliru, harusnya ada tiga kriteria secara umum yang ditekankan dalam seleksinya kalau merujuk ajaran Trisakti,” tegas Hendrajit dalam Diskusi ‘Noktah Merah Menteri Jokowi’ di Pressroom DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).
Calon menteri harus mempunyai integritas pribadi dan mempunyai hati nurani dalam memimpin kementeriannya. Kemudian mempunyai keahlian khusus dibidangnya serta menguasai lingkup strategis kementeriannya. 
“Jokowi kalau konsisten ambil tiga kriteria itu,” jelasnya.
Seperti diketahui, sehari sebelumnya beberapa tokoh dan kelompok masyarakat meminta KPK bersikap transparan mengenai label merah dan kuning calon menteri Jokowi-JK. Mereka menyodorkan nama-nama calon menteri yang diduga mendapatkan catatan merah.
Sementara anggota DPR F-PDIP Effendi Simbolon mengkritisi beberapa tokoh profesional kabinet Jokowi tidak sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan yang pro rakyat. Ia menunjuk 3 menteri, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.
“Sofyan Djalil, Sudirman Said, dan Rini Soemarno ini gak jelas. Ngapain mereka yang enggak sejalan dengan ideologi PDIP ditempatkan pada sektor vital seperti itu,” kata Effendi di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).
Ketiga menteri itu menurutnya lebih berbau neoliberal dibandingkan pro rakyat. 

()

()