Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini memang dibuka di teritori penguatan. Kendati demikian, Rupiah masih tetap bertengger di kisaran level Rp 13.000-an.
Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index,  Rabu (6/5), laju Rupiah dibuka menguat 0,2% ke Rp13.036 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan Selasa (5/5) kemarin yakni di posisi Rp13.062 per dolar AS. Pergerakan Rupiah pada pukul 08:13 WIB pagi ini kembali menguat 0,21% ke Rp13.034 per dolar AS.
Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengemukakan, pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Rabu (6/5) berpeluang tertahan seiring dengan kembalinya pelemahan dolar.
“Dengan kembalinya pelemahan dolar, berpeluang menahan tekanan rupiah,  terutama akibat sentimen negatif internal,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Rabu (6/5).
Lebih lanjut Samuel mengatakan, melebarnya defisit perdagangan AS memberikan alasan tambahan bagi indeks dolar melanjutkan tren pelemahannya hingga dini hari tadi.
Jika defisit tumbuh lebih cepat dari pendapatan masyarakat, kata dia, maka pada akhirnya pertumbuhan ekonomi harus ikut melambat.
“Sehingga kenaikan suku bunga tidak akan terlalu dini. FOMC meeting berikutnya pada minggu ke dua Juni akan menjadi penentu,” kata Rangga.

Artikel ini ditulis oleh: