Jakarta, Aktual.co —Direktur Puspol/Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengatakan bahwa, terlalu banyaknya praktik mafia di sektor migas, pemerintahan Jokowi-JK di perkirakan tidak akan mampu memberantas jaringan mafia migas. Pasalnya, menurut Ubedilah praktik mafia migas bukan hanya terletak pada bagian hulu saja, namun ada juga yang berada pada posisi menengah/proses hingga ke hilir. 
Terlebih, yang kerap diperdebatkan saat ini ialah posisi mafia migas yang berada pada posisi hulunya saja namun tidak menyentuh pada bagian proses serta hilirnya. Hal itu dia katakan dalam agenda diskusi bertema “Pak Jokowi : Tidak Pada Kabinet Mafia, Koruptor dan Neoliberal” yang digelar dikawasan Thamrin, Jakarta, Jum’at, 17 Oktober, 2014.
Selain itu Ubedilah juga menegaskan, munculnya nama Presiden Direktur PT.Shell Indonesia Darwin Silalahi, semakin menunjukan bahwa rezim kabinet Jokowi-JK mendatang adalah bagian yang tak terpisahkan dari kepentingan asing. 
Dia juga meyakini, adanya skema yang sudah tersusun rapih dengan melihat  nama-nama yang akan diposisikan untuk menduduki beberapa kursi kementerian yang diantaranya adalah, kementerian ESDM, Ekonomi serta Politik. Meski demikian, Ubedilah menyatakan bahwa Jokowi masih memiliki waktu beberapa hari kedepan untuk merubahnya, jika hendak mewujudkan nawacitanya untuk melakukan perubahan besar bagi bangsa Indonesia. 

(Warnoto)