Beranda Nasional Migrant Watch Tuding Sistem Satu Kanal Malaysia Jadi Bancakan Pihak Tertentu

Migrant Watch Tuding Sistem Satu Kanal Malaysia Jadi Bancakan Pihak Tertentu

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama Menteri Sumber Daya Malaysia, Dato' Sri M. Saravanan Murugan menandatangani Nota Kesepahaman mengatur mekanisme satu kanal untuk semua proses penempatan, pemantauan, dan kepulangan PMI di Malaysia, Jakarta, Jumat (1/4) kemarin

Jakarta, aktual.com – Migrant Watch menilai sistem satu kanal atau One Channel System (OCS) ketenagakerjaaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Malaysia saat ini jauh lebih buruk dari sistem yang ada sebelumnya. Aznil bahkan menuding sistem satu kanal tersebut menjadi bancakan oleh sejumlah pihak yang mencari untung di setiap tahap proses perekrutan dan penempatan.

“Praktek dilapangan setelah dibuka penempatan PMI Domestik ke Malaysia per 1 Agustus kemarin masih banyak titik lemahnya. Sistem OCS sekarang lebih buruk dari sistem dipakai sebelumnya. Proses yang berbelit-belit dan bahkan menjadi bancakan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan meraup keuntungan,” ujar Aznil Tan dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (31/10) pagi.

Aktivis 98 itu bahkan mengungkap proses meraup keuntungan tersebut dilakukan dengan dengan mengharuskan pembuatan Visa Malaysia Agency Centre dan Smart Mediklab sebelum penempatan PMI ke Malaysia. Aznil menyebut pola pencarian keuntungan itu sama dan sebangun dengan sistem penempatan yang lama.

“Ada oknum asosiasi masih ingin mendapat aliran dana dalam proses penempatan PMI Domestik ke Malaysia ini, sehingga mendesain adanya sistem pengurusan visa melalui Malaysia Agency Centre dan medical check up melalui Smart Mediklab. Permainan ini sangat kotor sekali,” jelas dia.

Menurut Aznil, penting bagi publik untuk terus memantau skema sistem satu kanal penempatan PMI yang bakal digunakan di Malaysia. Terlebih agenda Joint Working Group (JWG) pasca penandatanganan MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Sektor Domestik di Malaysia bulan Juli, masih akan berlangsung setiap 3 bulanan.

“Mereka yang hadir pada JWG berlangsung (kemarin), jangan pura-pura tidak tahu adanya kerusakan proses di lapangan. Jangan sampai terjadi persekongkolan jahat untuk meraup keuntungan oleh satu kelompok. Tirulah penempatan PMI domestik ke Taiwan dan Hongkong. Tanpa ada sistem satu kanal, tetap berjalan baik dan lancar kok!” tegasnya.

(Megel Jekson)