Ia mengatakan bahwa serangan rudal milisi Houthi itu tidak hanya mengancam Arab Saudi, tetapi juga masyarakat internasional.

Kolonel Turki S. Al Maliki lebih lanjut mengatakan bahwa pihaknya tidak membalas serangan balasan ke sasaran Houthi di wilayah Yaman karena Arab Saudi menghormati etika dan hukum internasional serta mempertimbangkan keselamatan warga sipil di negara itu.

Sejauh ini, Arab Saudi lebih mengandalkan pasukan pemerintah Yaman yang sah dalam menghadapi milisi Houthi di negaranya karena mempertimbangkan keselamatan jiwa rakyat Yaman, katanya.

Perihal keterlibatan Iran yang mendukung Houthi di Yaman dan ancaman rudal balistik milisi ini sempat disinggung oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Ke-29 Liga Arab yang berlangsung di Dhahran, Minggu (15-4-2018).

Raja Salman mengatakan bahwa milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran merupakan ancaman nyata dan tiga dari 119 misil yang telah ditembakkannya bahkan diarahkan ke Mekah, kota tersuci umat Islam.

Artikel ini ditulis oleh:

Antara