Semarang, Aktual.co — Anggota dari Departemen Pertahanan Korea Selatan menyatakan, bahwa Korea Utara telah menembakkan dua rudal jarak pendek ke  peraian laut Jepang. Posisi penembakan rudal pertama berada di pantai barat Korut sekitar pukul 6.30 pagi waktu setempat, sedangkan penembakan kedua pukul 6.40, Senin (2/3) kemarin.

“Posisi penembakan dua rudal dari pantai barat Korea Utara ke laut, yang juga dikenal sebagai Laut Timur,” terang Pejabat Departemen Pertahanan Korea Selatan.

Mereka menembakan dari wilayah dekat kota Nampo, yang terletak sekitar 60 kilometer (37 mil) barat daya dari Pyongyang. Dua proyektil diperkirakan telah terbang sekitar 490 kilometer (304 mil) sebelum jatuh ke laut timur semenanjung Korea.

Menurut pejabat Korea Selatan, yang meminta untuk menembakan rudal merupakan kebijakan pemerintah setempat. Lanjut dia, rudal yang ditembakan memiliki kecepatan, ketinggian dan jarak rudal mirip Scud-C.

Ia menyebut rudal yang ditembakkan seperti latihan militer di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Hal itu menggambarkan hubungan antara Amerika Serikat dan Angkatan Korea sebagai ‘pelatihan non provocative’ yang “merupakan komponen penting dari kesiapan untuk membela Korea Selatan.

Latihan militer gabungan tahunan yang disebut “Foal Eagle and Key Reserve”, telah lama memicu ketegangan antara Korea Utara, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Lanjut dia, sebuah buritan sudah ditemukan oleh penjaga Korea Utara-Tiongkok di kantor pabean perbatasan. Namun, gambar itu telah dihapus oleh pejabat Korea Utara.  Sementara itu, Korut seperti diberitakan KCNA, mengecam latihan militer bersama.

Pejabat itu kembali menerangkan, bahwa latihan yang “tidak lain hanyalah tabir asap” oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan “untuk menutupi invasi mengejutkan sekutu dari arah utara.”

“Situasi di Semenanjung Korea kembali ‘memanas’ mendekati ambang perang,” lapor KCNA.

Artikel ini ditulis oleh: