Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) kemungkinan masih tak akan berbeda dari sebelumnya, yakni masih berada di zona merah. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi masih dalam kondisi pelemahan. Apalagi sentiment dalam negeri yang bisa menolong sangat minim.

Mengutip laju rupiah di pasar spot Bloomberg hari ini, rupiah dibuka terapresiasi tipis di posisi Rp13.558/USD. Dibanding penutupan kemarin yang di posisi Rp13.561, terapresiasi 3 poin.

Meski begitu, jika dilihat dari trennya yang masih di zona merah, laju rupiah tetap berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya. Menurut analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, laju rupiah pada hari ini akan berada di rentang sempit hingga akhir tahun, meski pada pagi ini dibuka terapresiasi.

“Apalagi memang dari sisi domestik juga rupiah minim sentiment positif, sehingga masih susah untuk menguat,” ungkap Putu Agus di Jakarta, Kamis (28/12).

Apalagi kemudian, lanjutnya, kebijakan di pasar global Amerika Serikat, Presiden AS, Donald Trump juga telah menandatangani UU pajak baru AS.

“Jadi, tak ada lagi sentimen signifikan di pasar. Pergerakan rupiah hari ini antara lain akan dipengaruhi indeks kepercayaan konsumen AS itu,” jelas dia.

Pada perdagangan kemarin, rupiah bergerak terbatas di tengah sepinya perdagangan akhir tahun ini. Di pasar spot, Rabu (27/12), kurs rupiah terhadap dollar AS turun tipis 0,05% menjadi Rp13.561. Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) juga terkoreksi 0,03% ke Rp13.562.

Dengan kondisi tersebut, diperkirakan laju rupiah masih berat untuk menguat tinggi. Makanya dia memperkirakan laju support rupiah akan berada di rentang Rp13.575. Sementara untuk pergerakan resisten rupiah akan berkutat di kisaran Rp13.540.

(Busthomi)