Jakarta, Aktual.co — PT Mitra Energi Persada Tbk resmi mencatatkan sahamnya kembali atau “relisting” di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham KOPI dengan harga saham Rp395 per lembar saham.

“Perseroan kembali ke bursa karena sejumlah pertimbangan, antara lain memenuhi tanggung jawab terhadap ‘stakeholder’ sebagai perusahaan publik, mengakomodasi kepentingan pemegang saham publik dalam hal likuiditas perdagangan saham perseroan,” ujar Direktur Utama Mitra Energi Persada, Ivo Wongkaren di Jakarta, Senin (4/5).

Menurut dia, kembalinya perseroan masuk sebagai perusahaan tercatat di BEI juga akan membuka kesempatan kepada pemilik modal dari dalam negeri maupun asing untuk memiliki saham KOPI serta menjadikan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan.

Ia mengatakan bahwa aksi korporasi ini juga sejalan dengan rencana perseroan untuk mengembangkan sektor energi terutama gas alam yang telah menjadi sumber alternatif energi terutama gas alam yang telah menjadi sumber alternatif energi bagi industri dan masyarakat dari tehaun ek tahun.

“Kami ingin fokus di bidang energi termasuk ‘green energy’ dan energi terbarukan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Mitra Energi Persada Tbk melalui anak usaha yang dimiliki sebanyak 99,5 persen saham, yakni PT Mitra Energi Buana memiliki kegiatan usaha di bidang niaga gas bumi melalui pipa “dedicated” hilir dan jasa terkait.

Saat ini, lanjut dia, Mitra Energi Buana memiliki aset berupa jaringan pipa gas untuk industri sepanjang kurang lebih 25 kilometer di Sumatra Selatan, termasuk kota Palembang, dengan kapasitas terpasang 10 MMSCFD dan terpakai 3,7 MMSCFD.

Saham KOPI hari ini (Senin, 4/5) dibuka pada level Rp395 per lembar saham. Pada pukul 15.00 WIB saham KOPI bergerak menguat Rp195 menjadi Rp590 per lembar saham.

Sementara itu, Direktur Independen Husni Heron mengatakan bahwa pada tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp25 miliar, lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada tahun 2014 yang sebesar Rp15 miliar.

“Hingga kuartal I 2015 ini, perseroan sudah membukan laba bersih sekitar Rp9 miliar,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka