Jakarta, Aktual.Com-Calon Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in berjanji akan menegakkan keadilan dan menjalankan pemerintahan sesuai dengan tata aturan hukum yang berlaku di negara tersebut.
Moon Jae-in terpilih sebagai kandidat terkuat Presiden Korea Selatan seiring pemakzulan Presiden sebelumnya Park Geun-hye terkait kasus Samsung.
Moon Jae-in sendiri dikenal sebagai politisi pendukung rekonsiliasi dengan Korea Utara.
Sementara itu, usai dimakzulkan Mahkamah Konstitusi (MK) Presiden Park Geun-hye bersiap meninggalkan Gedung Biru atau istana presiden menuju tempat kediaman pribadinya.
MK seperti diberitakan Jumat lalu telah mengeluarkan keputusan untuk memakzulkan Park setelah mendapat persetujuan dari parlemen. Terusirnya Park dari istana biru disebabkan kasus perdagangan pengaruh yang telah mengguncang negara itu karena melibatkan sejumlah tokoh politik dan pebisnis.
Pemilihan presiden sendiri akan dilangsungkan pada 9 Mei mendatang.
Sejauh ini, politisi liberal Moon Jae-in memimpin di hampir semua jajak pendapat sehingga paling berpeluang sebagai pengganti Park.
“Kita memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Kita harus menegakkan keadilan dan mematuhi aturan hukum yang berlaku dengan perubahan rezim ini,” ujarnya sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (12/3/2017).
Dia menambahkan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk menyempurnakan kemenangan bersama.
Park, 65, sendiri merupakan presiden pertama yang terpilih secara demokratis, namun kemudian dilengserkan di tengah jalan jabatannya.
Park tidak muncul di pengadilan Jumat lalu, dia juga enggan berkomentar sejak kasusnya mencuat ke publik. Dia tetap bertahan di Istana Biru, namun kini harus kembali pulang ke kediamannya di Seoul.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















