Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengingatkan bahwa mandat konstitusi harus betul-betul diwujudkan serta diperjuangkan agar menjadi kenyataan dan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

“Tujuan utama bernegara adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut mewujudkan perdamaian dunia,” kata Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (23/5).

Ia mengatakan konstitusi seharusnya mampu menghadirkan kesejahteraan kepada rakyat. Apalagi, Indonesia adalah negara besar dan memiliki sumber daya alam melimpah, misalnya, batu bara, nikel, timah, emas, minyak dan lain sebagainya.

“Konstitusi sudah memandatkan bahwa aset perekonomian harus dibangun dengan asas kekeluargaan, bukan hanya untuk segelintir orang,” ujar Gus Jazil, sapaan karib Jazilul Fawaid.

Di berbagai kesempatan, tak jarang diskusi soal ketuhanan, moralitas, persatuan maupun demokrasi sangat sering didengungkan. Akan tetapi, yang tidak kalah penting untuk diangkat yakni bagaimana mewujudkan kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. “Kita butuh keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu masalah terbesar yang dihadapi bangsa ini adalah keadilan sosial. Kekayaan alam Indonesia yang luar biasa belum bisa menjadi sumber kesejahteraan bagi sebagian besar rakyat.

“Kesenjangan sosial masih kita rasakan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,” kata dia.

Gus Jazil mengingatkan Indonesia memiliki landasan hukum Pasal 33 Undang-Undang 1945 yang menjadi dasar sistem perekonomian nasional. Pasal 33 Ayat (3) menyebutkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Akan tetapi, diakuinya, untuk mewujudkan keadilan sosial bukanlah perkara mudah. Perjuangan politik dan ekonomi, sesungguhnya muaranya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

“‘Tasharruf imam ala ra’iyyah manuthun bil maslahah’. Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya mestinya hendak didasarkan pada kemaslahatan umum,” jelas Gus Jazil.

(Arie Saputra)