Jakarta, Aktual.com — Lembaga amal global, Dokter Tanpa Batas (MSF) mengajukan petisi, yang ditandatangani ribuan orang, meminta perusahaan farmasi besar Pfizer Inc, Rabu (27/04) waktu setempat, untuk menurunkan harga vaksin radang paru-paru (pneumonia) untuk anak-anak keluarga miskin.

Pendukung mengusulkan penurunan harga vaksin tersebut menjadi 5 dolar AS bagi setiap anak-anak, yang memerlukan vaksin radang paru, khusus bagi anak-anak miskin. Mereka membubuhkan tandatangan pada petisi itu, yang diajukan ke kantor pusat perusahaan tersebut di New York, Amerika Serikat, pada malam menjelang rapat saham tahunan.

Permohonan sama juga disampaikan kepada GlaxoSmithKline (GSK), yang juga membuat vaksin pencegah radang paru-paru.

Penyakit radang paru-paru pada tahun lalu menyebabkan 920.000 anak-anak meninggal di seluruh dunia, kata data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), dan banyak wilayah di dunia tidak mampu mendapatkan vaksin bagi anak-anak untuk melawan infeksi pernafasan, demikian kata MSF.

Lima puluh lima negara termasuk Pakistan, Kenya dan Myanmar saat ini bisa mendapat pengurangan harga vaksin melakui program kemitraan pemerintah-swasta Aliansi Global vaksin dan Imunisasi (GAVI).

Harga vaksin buatan Pfizer adalah 10 dolar untuk tiga dosis, sedangkan produksi GSK seharga sembilan dolar.

Namun, pendukung MSF meminta agar harga tersebut bisa dimurahkan setengahnya untuk negara-negara berkembang dan kelompok kemanusiaan.

“Jutaan bayi dan anak-anak kecil di seluruh dunia tidak terlindungi dari radang paru-paru karena Pfizer dan GSK menjual vaksinnya dengan harga sedemikian tinggi,” kata Greg Elder, juru bicara MSF dalam pernyataan mereka.

Sebagai tanggapannya, Pfizer mengatakan bahwa produksi vaksin pneumonia Prevenar 13 mahal dan memakan waktu lama.

Setiap dosis memerlukan 2,5 tahun untuk pembuatannya, kata perusahaan itu kepada Thomson Reuters Foundation.

“Kami terus membantu krisis kemanusiaan melalui donasi Prevenar 13 bagi badan kemanusiaan,” kata perusahaan.

Satu dosis Prevenar 13 dipatok dengan harga 159 dolar AS untuk pasar swasta di AS, menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit AS.

GSK juga memproduksi vaksin pneumonia yang disebut Synflorix, dengan menambah dana dan pekerja.

“Synflorix adalah salah satu produksi yang rumit, menggabungkan sepuluh jenis vaksin menjadi satu dan memerlukan modal yang cukup besar,” kata mereka.

Kedua perusahaan mengatakan menyediakan vaksin dalam jumlah yang banyak dengan potongan harga melalui GAVI.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), radang paru-paru menyebabkan 15 persen kematian pada balita.

Penyerahan petisi di kantor Pfizer yang terletak di Manhattan dilakukan pengunjukrasa dengan meletakkan 2.500 tangkai bunga, yang disebut lambang anak-anak sekarat akibat pneumonia setiap hari.

Secara keseluruhan biaya vaksinasi bagi seorang anak di negara miskin meningkat 68 kali dibandingkan pada 2001, menurut MSF.

Pada bulan lalu, MSF secara resmi menentang permohonan hak paten oleh Pfizer bagi vaksin pneumonia di India.

Negara miskin dan badan amal bergantung pada perusahaan-perusahaan India untuk mendapatkan obat murah dan vaksin, namun bila Prevenar 1 di India dipatenkan, maka harganya tidak lagi terjangkau, kata MSF.

(Antara)

()