Jakarta, Aktual.comOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai lonjakan mobilitas sekitar 143 juta pemudik pada Lebaran 2026 berpotensi mendorong asuransi perjalanan sebagai penggerak baru industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan tren mudik setiap tahun selalu berkorelasi dengan meningkatnya permintaan produk asuransi perjalanan dan kecelakaan diri.

“Prospek asuransi perjalanan dan kecelakaan diri menjelang momen mudik Lebaran umumnya meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat, sehingga menjadi peluang bagi industri untuk memperluas pemanfaatan produk perlindungan perjalanan,” ujar Ogi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

Besarnya jumlah pemudik mencerminkan meningkatnya potensi risiko selama perjalanan, mulai dari kecelakaan hingga gangguan perjalanan lainnya. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi industri asuransi untuk memperluas penetrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan.

Lebih lanjut, regulator melihat momentum Lebaran tidak hanya mendorong sisi bisnis, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik. Industri asuransi diharapkan mampu menghadirkan produk yang sederhana, relevan, dan mudah diakses agar perlindungan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sejalan dengan itu, OJK menargetkan pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 5–7 persen pada 2026. Untuk mencapainya, pelaku industri diminta memperkuat permodalan, tata kelola, serta manajemen risiko, termasuk meningkatkan kualitas produk dan distribusi.

Berdasarkan catatan OJK, hingga Januari 2026 total aset industri asuransi mencapai Rp1.214,82 triliun atau tumbuh 5,96 persen secara tahunan.

Dari sisi kinerja, premi asuransi umum dan reasuransi—yang berkaitan erat dengan perlindungan perjalanan—tumbuh 17,92 persen menjadi Rp18,42 triliun. Sementara itu, premi asuransi jiwa tercatat Rp17,97 triliun atau mengalami kontraksi 6,15 persen secara tahunan.

Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis risiko jangka pendek, seperti asuransi perjalanan, memiliki potensi pertumbuhan lebih kuat dalam momentum musiman seperti Lebaran.

Dengan kondisi tersebut, Ogi optimistis musim mudik akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan industri asuransi pada 2026.

“Momentum mudik dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan asuransi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi asuransi melalui edukasi serta penyediaan produk yang sesuai kebutuhan pemudik,” kata Ogi.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi