Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menolak menjadi menteri dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dirinya lebih memilih untuk fokus menjadi Ketua Umum PKB ketimbang jadi menteri Jokowi-JK.
Hal itu dia ungkapkan di jejaring sosial twitter miliknya, @MuhaiminIskndr setelah bertemu Presiden Jokowi, di Istana Negara, Selasa (21/10) kemarin.
Dalam akun twitter, bekas menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menulis alasannya menolak menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK.
“Kayaknya aku lebih memilih konsentrasi jadi ketua umum PKB, karena memang lebih baik tidak merangkap dengan jabatan menteri.. Mohon dukungan,” tulis Cak Imin.
Di KPK, nama Muhaimin Iskandar memang sudah tidak asing lagi. Namanya pernah masuk dalam pusaran kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur (DPPID) tahun 2011 silam. Kasus ini leibih dikenal dengan kasus durian karena uang disimpan dikardus durian.
Uang suap senilai Rp 1,5 miliar itu diduga akan diserahkan pada Muhaimin yang saat itu menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Seperti diberitakan, pada Selasa kemarin, sejumlah orang datang menemui Presiden Joko Widodo. Pertemuan itu diduga kuat guna membahas nama-nama calon menteri dalam kabinet Jokowi-JK periode 2014-2019.
Adapun orang yang datang menemui Jokowi adalah, politisi Partai Hanura Yuddy Chrisnandi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, politisi PDI-P Aria Bima, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono, cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat, dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung. 

()