Beranda Regional Jawa Barat Muhammadiyah Akan Bangun 500 Unit Hunian Darurat di Cianjur

Muhammadiyah Akan Bangun 500 Unit Hunian Darurat di Cianjur

Ilustrasi Hunian Sementara yang Bakal Dibangun di Cianjur (Muhammadiyah)

Cianjur, aktual.com – Muhammadiyah telah mengerahkan sekitar 270 relawan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban gempa di Cianjur.  Muhammadiyah bahkan sudah membangun pusat informasi di SD Islam Kreatif Muhammadiyah di Sawah Gede, Cianjur, Jawa Barat. Pusat informasi ini pun menjadi Pos Koordinasi Utama Muhammadiyah dalam membantu warga

Sebagaimana diketahui, peristiwa gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, pada 21 November 2022 lalu  mengakibatkan 61.908 jiwa mengungsi. Sementara itu, 2.042 jiwa juga mengalami luka-luka. Data terbaru BNPB hingga 26 November kemarin menyebut jumlah korban meninggal menjadi 318 jiwa.

Selain respons cepat yang dilakukan, Muhammadiyah juga mulai mendirikan hunian darurat di Kampung Barukaso, Kecamatan Cugenang pada Sabtu (26/11) kemarin. Muhammadiyah bahkan menginisiasi rembug warga sebagai penjelasan dan panduan untuk membangun hunian darurat.

“Kendati suasana masih berduka, mari bersama-sama kita hilangkan duka tersebut untuk tetap bangkit menjaga martabat kemanusiaan. Kami bisa bersilaturahim, ikut berempati dan merasakan bagaimana keadaan sekarang ini. Saya bersyukur bapak-bapak tetap ceria meskipun rumah hancur, tidak terus larut dalam kesedihan yang tidak akan selesai,” jelas Ketua LPB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan seperti dilansir dari situs Muhammadiyah.

“Kami datang ke sini, bukan lalu pergi begitu saja. Tetapi ingin mendampingi dan bergotong-royong membuat hunian darurat. Hunian darurat ini nantinya bisa ditempati dengan layak bersama keluarga. Karena itu, rembug warga ini adalah penting untuk menyepakati secara bersama-sama,” sambung Budi.

Salah satu relawan Muhammadiyah, Heri Pramono mengatakan kami telah membuat hunian darurat prototype sebagai contohnya. Dengan inisiatif tersebut, warga dapat melihatnya dari sisi ukuran dan bentuk. Mengapa kami kemarin membuat contoh hunian darurat ini di sini, karena berdasarkan hasil kajian dan ijin dari para pemangku kepentingan di desa ini terutama kepala desa, rukun warga dan rukun tetangga, warga sangat membutuhkan.

Donny Halim Mutiasa selaku relawan Muhammadiyah ikut menjelaskan rencana teknis terkait pendirian 500 unit hunian darurat di desa ini. Donny menyatakan ukurannya nantinya akan seluas 6 x 4 meter sesuai standar internasional. Harapannya kemudian, satu unit hunian ini bisa dihuni sebanyak 5 hingga 6 anggota keluarga

Dalam kesempatan itu, Suganda mewakili warga Kampung Barukaso mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah. Suganda pun mengaku akan mendampingi pembangunan hunian darurat ini.

“Bersama warga di sini, kami bersepakat untuk saling gotong-royong membuat hunian darurat. Dan kami senang, di lokasi ini juga akan didirikan masjid darurat agar warga dapat tetap beribadah” tutur dia.

(Megel Jekson)