Jakarta, Aktual.co — Partai Golongan Karya (Golkar) akan menggelar hajatan penting berupa Musyawarah Nasional (Munas) dengan agenda utama memilih ketua umum. Hajatan yang akan digelar pada 30 November 2014 ini menjadi momentum emas bagi Jokowi-JK untuk memperkuat koalisi pendukung pemerintah di parlemen, sekaligus menggembosi Koalisi Merah Putih (KMP).
Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy Arif Susanto mengatakan, Munas Golkar akan sangat menentukan ke mana arah politik partai beringin dalam lima tahun kedepan, apakah tetap menjadi oposisi atau berbalik arah menjadi pendukung pemerintahan.
“Momentum ini bisa diambil oleh Jokowi untuk setidaknya menarik suara-suara dari elemen partai Golkar demi keberlangsungan stabilitas politik,” ucap Arief dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (23/11).
Pemerintah Jokowi-JK, lanjut Arif, perlu segera bernegoisasi dengan Partai Golkar agar kondisi politik bisa segera membaik.
“Hal ini perlu ya, untuk bernegoisasi, bukan berkompromi. Karena jika mengacu kepada SBY, itu kompromi. Jokowi jangan berkompromi tapi bernegoisasi untuk menciptakan keadaan politiknya yang membaik,” tuntas Arif.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang












