Jakarta, Aktual.co — Museum Satriamandala di Jakarta, yang menghadirkan berbagaihal terkait sejarah Tentara Nasional Indonesia, perlu berbenah diri dalam haltampilan dan koleksi museum, agar bisa tampil menarik dan menginspirasi generasimuda.
Demikian hasil pengamatan wartawan www.aktual.co, ketika berkunjung langsung kemuseum, yang diresmikan keberadaannya oleh Presiden Soeharto pada 1972.
Ada lantai di ruang dalam yang pecah, dan seharusnya itusegera diperbaiki demi kenyamanan pengunjung. Selain itu, penerangan lampu dibeberapa ruang terkesan suram, sehingga tidak menarik dan menyulitkan pengunjunguntuk mengamati koleksi museum.
Pernak-pernik yang dijual untuk pengunjung juga sangatterbatas, cuma stiker seharga Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Seharusnya pengelolamuseum bisa lebih kreatif, misalnya dengan menjual kaos dan buku-buku sejarah bertemabela negara atau patriotisme.
Di halaman Museum Satriamandala dipamerkan alat utama sistempersenjataan, tetapi tidak semua alutsista ini diberi keterangan yang lengkap. Padarudal SAM SA-75, tank Stuart buatan Amerika, dan replika Kapal RI Matjan Tutulmemang ada diberi panel penjelasan buat pengunjung.
Namun pada panser Brimob, pesawat tempur Mikoyan MiG-21,meriam kapal perang, dan helikopter pengangkut pasukan, tidak diberi panel penjelasanapapun. Mungkin dulu pernah ada panel penjelasan, tapi panel itu sudah rusakatau hilang, dan tidak diganti sampai sekarang.
Artikel ini ditulis oleh:

















