Jakarta, Aktual.co — Kebijakan pemerintah Jokowi-JK untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp500 terus menuai kritik keras dari politisi senayan.
Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengusulkan anggota DPR RI menginisiasi untuk menggunakan hak angket terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut.
“Kalau saya menindaklanjuti ini senderhana, lebih menarik bila dibuat angket BBM, jadi kita sangat serius untuk melihatnya,” kata Effendi kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (30/3).
Ia menilai bahwa kenaikan harga BBM ini tidak dapat dilihat sesederhana, harus dilihat apa dibalik kebijakan kenaikan bahan bakar fosil tersebut. Kata dia, salah satunya kenapa kemudian Jokowi tunduk kepada mekanisme pasar seperti saat ini.
“Kita ingin tau dibelakang ini semua, pelakunya ditengah-tengah istana, sebab pelakunya tidak lain adalah mereka yang menganut sistem neoliberal semua, seperti Ari Soemarno,  Rini Soemarno, Sudirman Said, Andi Widjojanto semua dalam lingkaran istana penuh dengan neolib semua, bahkan dengan PDIP sekalipun itu pun berseberangan,” tandas Anggota DPR RI Fraksi PDIP itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang