Jakarta, Aktual.co — Puluhan warga yang tergabung dalam Hizbut Tahir Indonesia (HTI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berunjukrasa menolak kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar Bundaran Mega Mall Karawang.

“Masyarakat kecil seperti kami jelas keberatan dengan dikeluarkannya kebijakan kenaikan harga BBM. Sebab kenaikan harga BBM berdampak terhadap kenaikan kebutuhan pokok,” kata salah seorang pengunjuk rasa Muhammad Ismail Yusanto, di Karawang, Minggu (23/11).

Kebijakan menaikan harga BBM itu bentuk dari kedzoliman. Sebab hasil Sensus Ekonomi Nasional 2010 menunjukkan, 65 persen pengguna BBM itu rakyat kelas bawah dan miskin, dan 27 persen dari kelas menengah. Pengguna BBM lainnya, berasal dari kelas menengah ke atas 6 persen, dan hanya 2 persen orang kaya.

Kebijakan kenaikan harga BBM dinyatakan hanya untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir (sektor niaga dan distribusi). Dengan liberalisasi migas, maka peran negara dalam mengurus migas lebih minim dibandingkan dengan pihak swasta, termasuk pihak asing.

“Kebijakan seperti itu akan menyengsarakan dan merugikan rakyat yang merupakan pemilik sumber daya alam di negara ini,” kata dia.

Sumber daya alam ini termasuk migas, yang cukup melimpah jika dikelola dengan baik, oleh pemerintah yang baik dan amanah, serta berdasar sistem yang baik.

()

(Eka)