Jakarta, Aktual.co —Mulai hari ini, DPRD DKI dijadwalkan reses. Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohammad Ongen Sangaji mewajibkan anggota fraksinya di Kebon Sirih untuk melakukan reses yang dijadwalkan hingga dua minggu ke depan itu.
Kata dia, persoalan apakah nantinya aspirasi yang diserap dari masyarakat bisa diakomodir atau tidak, jangan membuat anggota dewan khawatir. Lagi pula, ujar Ongen, kegiatan DPRD sudah lama hanya di dalam gedung saja. Sehingga di masa reses inilah waktunya turun ke lapangan untuk menemui konstituennya.
“Kalau kita menyampaikan kerjaan yang benar kepada rakyat, kenapa kita mesti takut. Kita kan sudah lama banyak kegiatan di dewan, lama tidak ketemu konstituen, jadi momen ini sangat baik untuk saya, bisa menyerap aspirasi rakyat, ketemu konstituen di bawah,” ujar dia, saat dihubungi Senin (11/5).
Dia meminta anggota fraksinya untuk tidak khawatir melakukan reses. Meskipun aspirasi yang diserap dari konstituen selama reses belum tentu seluruhnya bisa diakomodir. Hal itu dilontarkan Ongen menanggapi tudingan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bahwa anggota dewan telah memasukkan pokok-pokok pikiran (pokir) di luar rapat pembahasan dan setelah pengesahan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 lalu.
Dimana Ahok berpendapat DPRD hanya bisa mengusulkan pokir saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) saja. Dan bukan menitipkan aspirasi dari masyarakat ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI.
Menanggapi pernyataan Ahok, Ongen mengatakan anggota dewan masih bisa menyampaikan pokir dengan Walikota, Kepala Dinas dan SKPD. Sehingga, tetap masih ada ruang agar pokir yang diusulkan dewan bisa diakomodir.
Ongen yakin pihak eksekutif bisa mengakomodir pokir-pokir dari dewan selama masih dalam batas normal. Kendati demikian Ongen juga tak mau terlalu yakin keseluruhan pokir bakal disetujui eksekutif. “Paling tidak 30 persen dari semua aspirasi dilaksanakan, itu juga sudah cukup,” ucap dia.
Diketahui, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI menyiapkan dana reses untuk per anggota dewan sebesar 30 juta. Reses berlangsung selama dua minggu yang dimulai hari ini, Senin (11/5).
Artikel ini ditulis oleh:
















