Kuwait, Aktual.com – Serangan mematikan terhadap Masjid Imam Al Sadiq di Ibu Kota Kuwait saat salat Jumat (26/6) waktu setempat, menuai kutukan dari negara Arab, Eropa dan umat muslim.

Arab Parliament President Al-Jarwan secara tegas mengutuk keras serangan bom yang dilaporkan sudah menewaskan 25 orang tersebut.

Dalam pernyataan kerasnya, Al-Jarwan mengatakan,”Serangan teroris itu, yang bermaksud mengacaukan keamanan di kawasan arab dan didalangi oleh musuh dari Bangsa Arab dan Islam itu tidak akan pernah berhasil merusak persatuan Kuwait dan masyarakat Arab,” ujar dia, seperti dikutip dari Kantor Berita KUNA, Sabtu (27/6).

Organisasi Konferensi Islam (OKI) juga mengeluarkan kutukan keras atas serangan terhadap masjid Syiah tersebut.

Sekretaris Jenderal OKI, Iyad Madani mengatakan,”Serangan teroris yang menargetkan para jemaah salat Jumat dan dilakukan di bulan Suci Ramadhan tidak akan mungkin dilakukan oleh seorang muslim.”

Sambung dia,”Kelompok teroris yang berniat keji ini sangat kelewatan dilakukan oleh seorang manusia, baik dilihat dari sisi moral atau kepercayaan, dan ini menyerang Islam dan umat Muslim.”

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, juga menyampaikan belasungkawa mendalam untuk Kuwait, sekaligus kepada serangan teror serupa yang terjadi di Perancis dan Tunisia.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan solidaritas untuk Perancis, Kuwait dan Tunisia yang telah menjadi korban serangan keji teroris,” ucap Tusk, dalam konfrensi pers usai sebuah pertemuan Uni Eropa Jumat sore waktu setempat.

Dia mengatakan pimpinan masyarakat Eropa hari itu juga menemui Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg mendiskusikan isu teroris global.

Sejauh ini, kelompok militan asal Arab Saudi, yang berafiliasi dengan kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap masjid tersebut.

()