Jakarta, Aktual.com – Juru Bicara Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Rizal Calvary mengatakan, terdapat banyak kejanggalan dan kebijakan energi listrik. Pasalnya ditengah tren dunia yang memperbesar ketersediaan EBT, Indonesia justru tak ada kemajuan berarti.

“Banyak proyek EBT yang mandeg bahkan ada yang mangkrak tahun 2017. Proyek yang boros-boros seperti Kapal Turki kok lancar,” ujar Rizal di Jakarta, Sabtu (26/5).

Rizal memaparkan, pada 2016 saja energi terbarukan memasok sekitar 24,5% dari total kebutuhan energi di dunia dengan rincian 16,6% dari hydro, 4% angin, bio power 2%, solar PV 1,5%.

Kapasitas pembangkit EBT meningkat sekitar 161 Gigawatt, angka ini merupakan peningkatan tahunan terbesar sepanjang sejarah. Tambahan total kapasitas pembangkit meningkat sekitar 9% dibandingkan 2015, menjadi 2,017 Gigawatt.

“Itu dua tahun lalu, Tahun ini pasti sudah lebih besar lagi,” ucap dia.

Tiongkok, negara dengan instalasi hydro, angin, dan solar PV terbanyak disusul oleh Amerika Serikat, Jerman, Jepang, India, dan Italia.

“India sedang tancap gas, sedangkan kita masih ribut soal DMO,” papar dia.

(Eka)