Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin belum memperlihatkan adanya perbaikan, bahkan kembali mengalami penurunan. Rupiah tertekan pasca melemahnya laju Euro, seiring masih “wait and see”-nya pelaku pasar terhadap perkembangan masalah penyelesaian utang antara Yunani dan Uni Eropa.
“Apalagi perkembangan terbaru dimana Jerman menolak permintaan Yunani untuk menambah extra emergency landing membuat pelaku pasar khawatir akan penyelesaian masalah utang tersebut,” ujar Analis dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada.
Pada Jumat (20/2) Rupiah diperkirakan Reza di bawah target level support 12.765, yakni Rp12.825-12.790 (kurs tengah BI). Menurutnya, laju Rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya seiring belum adanya sentimen positif yang mampu membuat Rupiah bergerak naik.
“Mski kami berharap adanya pembalikan arah dengan dirilisnya hasil pertemuan FOMC The Fed namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















