Jakarta, Aktual.co — Nigeria, mengatakan mencapai kesepakatan dengan gerilyawan Boko Haram untuk melakukan gencatan senjata dan pembebasan lebih dari 200 siswi terculik.
Kepala Staf Pertahanan Marsekal Udara Alex Badeh mengemukakan kepada pejabat tinggi militer Nigeria dan Kamerun dalam pertemuan di Abuja bahwa perjanjian gencatan senjata dicapai antara pemerintah dan gerilyawan itu.
“Saya, sesuai dengan petunjuk para komndan senior militer akan segera mengikuti perkembangann ini,” tambahnya.
Pengumuman Badeh datang setelah seorang staf senior Presiden Goodluck Jonathan, Hassan Tukur mengemukakan kepada AFP satu persetujan untuk mengakhiri permusuhan telah dicapai setelah perundingan-perundingan,serta pembebasan 219 siswi yang diculik sejak April.
Tetapi satu preseden dari pemeritnah sebelumnya dan klaim-klaim militer menyangkut penghentian konflik lima tahun itu dan nasib para siswi yang hilang banyak pengamat meragukan.
Jonathan diperkirakan akan mengumumkan usahanya untuk dipilih kembali dalam pekan-pekan mendatang, dan berita-berita positif tentang para sandera dan aksi kekerasan mungkin akan memberikan dia satu dukungan politik.
Shehu Sani, seorsng ahli tentang Boko Haram yang berunding dengan kelompok itu atas nama pemeritah mengatakan “tidak pernah mendengar” dari Dandali Ahmadu, yang Tukur klaim mewakili para gerilyawan dalam perundingan-perundingan.
Ralph Bello-Fadile seorang penasehat dari kelompok Penasehat Keamanan Nasional Nigeria (NSA- National Security Advisor) mengatakan NSA telah dibanjiri dengan para penipu yang mengklaim mewakili pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau.
“Pemerintah ingin berunding tetapi sejauh ini tidak ada yang datang berbicara atas nama Shekau,” katanya dalam konferensi “Chatha House” di Abuja, Senin.
Juru bicara pemerintah Nigeria Mike Omeri juga mengatakan belum ada kesepakatan dicapai mengenai pembebasan para siswi itu.
Amerika Serikat mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan apakah kesepakatan telah dicapai.
“Tentu, kami akan menyambut bagi penghentian permusuhan, pemulihan keamanan dan. Saya kira, pembebasan para siswi itu diculik terlalu lama. Tetapi kami tidak dapat mengonfirmasikan secara independen mengenai masalah ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf.
Tukur mengatakan ia mewakili pemerintah dalam dua perundingan dengan kelompok Islam itu di Chad, yang ditengahi Presiden negara itu Idriss Deby.
“Boko Haram menyetujui gencatan senjata sebagai satu hasil diskusi-diskusi yang telah kami lakukan dengan mereka,” kata Tukur dan menambahkan Ahmadu mengeluarkan pengumuman itu Kamis petang.
“Mereka setuju untuk membebaskan para siwi yang diculik dari kota Chibok, mengacu para gadis yang diculik di kota Nigeria timur laut pada 14 April menimbulkan kemarahan internasional.
Para pemimpin kelompok “Pulangkan Gadis-Fadis Kami” dan mendesak pemerintak untuk bertindak, memberikan tanggapan yang hati-hati bagi kemungkinan pembebasan itu.
“Kami sedang memantu berita-berita itu dengan harapan-harapan yang besar,” kata mereka dalam akun Twitter.
Ndjammna (ibu kota Chad) menolak memberi komentar tetapi sumber-sumber keamanan di negara itu mengatakan Chad, yang Jonathan kunjungi untuk beruding dengan Deby awal bulan lalu telah terlibat dalam diskus-diskusi itu.

()