Sungailiat, Aktual.com – Nilai produksi ikan hasil tangkapan nelayan yang nelayan yang melakukan pembongkaran di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhitung Januari sampai September 2022 mencapai Rp79,4 miliar lebih.

Sub Koordinator Operasional Pelabuhan, PPN Sungailiat, Purwanti di Sungailiat, Jumat (14/10) mengatakan nilai produksi ikan hasil tangkapan nelayan sebesar Rp79,4 miliar tersebut setara dengan volume ikan sebanyak 3.182 ton.

Dikatakan, ribuan ton ikan hasil tangkapan nelayan selama periode itu berasal dari 4.030 unit kapal yang melakukan pembongkaran di perikanan dengan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring, pancing, bubu dan jenis alat tangkap lain yang sah.

“Hasil ikan tangkapan nelayan sangat dipengaruhi kondisi cuaca di perairan penangkapan, seperti pada saat gelombang pasang berdampak dengan menurunnya pendapatan ikan tangkapan,” jelas dia.

Dikatakan, volume produksi ikan tahun 2022 ditargetkan mencapai 4.900 ribu ton atau dengan nilai produksi sebesar Rp123 miliar. Target tersebut lebih rendah dibanding realisasi produksi tahun 2021 yang mencapai 5.000 ton.

Menurunnya target produksi ikan tahun 2022 karena kondisi infrastruktur pintu muara pelabuhan yang mengalami pendangkalan sehingga nelayan mengalihkan pembongkaran ikan ke tempat lain.

“Nelayan menjual ikan hasil tangkapan disesuaikan dengan jenisnya, untuk kualitas ekspor akan dijual ke perusahaan eksportir sedangkan ikan kualitas lokal di lelang atau di jual langsung ke pasar,” jelas dia.(Antara)

(Warto'i)