PALI, Aktual.Com – Film ‘Sayap-Sayap Patah yang telah tayang serentak sejak 18 Agustus 2022 di sejumlah bioskop di seluruh Indonesia ternyata bukan hanya sekedar hiburan semata namun dapat memberikan edukasi dan wawasan kebangsaan bagi yang menontonnya.

Untuk memotivasi para anggotanya dalam melaksanakan tugas di Kepolisian Resor Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kapolres Pali AKBP Efrannedy menggelar nonton bareng (Nobar) Film Sayap-Sayap Patah di Sineplax Citymall Kota Prabumulih, Jum’at (2/9).

Selain di ikuti oleh personil Polres Pali dan Bhayangkari, sejumlah awak media pun turut serta dalam acara nobar Film Sayap-Sayap Patah.

Rombongan anggota Polres Pali dan sejumlah awak media yang akan nonton bareng ke Prabumulih di lepas keberangkatan nya oleh Kapolres di halaman Mapolres.

“Rekan-rekan sekalian hari ini kita menggelar nobar ke Prabumulih,Hati-hati dijalan, jangan ngebut-ngebut,jaga keselamatan,”ujar Kapolres Pali saat menyampaikan kata sambutannya sebelum melepas rombongan nobar.

AKBP Efrannedy berharap, agar para anggota dan peserta nobar bisa memetik hikmah positif dari film Sayap-sayap Patah ini, yang diangkat dari kisah nyata.

“Harapan saya,kita semua bisa mengambil hikmah positif kisah nyata pengabdian dari salah seorang anggota kita ini,” harap Efrannedy.

Film Sayap-sayap Patah adalah film bergenre Drama laga Indonesia garapan sutradara kondang Rudi Soedjarwo. Sayap-sayap Patah adalah film tentang kisah cinta dua orang pasangan, Aji yang berprofesi sebagai anggota Densus 88 dan Nani istrinya.

Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum ini, diangkat dari kisah nyata peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada tahun 2018 silam. Film tersebut menggambarkan bagaimana tahanan teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob berupaya membuat keonaran.

Sebanyak 155 narapidana terorisme mendobrak ruang tahanan dan menyandera enam personil Densus 88. Akibat insiden mengerikan tersebut, lima anggota Densus 88 dinyatakan gugur dan beberapa narapidana teroris divonis hukuman mati.

Ipda Aji gugur sebagai Anumerta setelah dibunuh napi teroris pimpinan Leong yang di perankan Iwa K. Film ini juga menampilkan ada sedikit perselisihan ketika istri sedang hamil dan minta ditemani suami ke rumah sakit, namun sang suami tak bisa selalu membersamai karena sedang melaksanakan tugas.

Film yang diangkat dari kisah nyata kerusuhan di Rutan Mako Brimob Depok ini sangat mengharukan,sehingga membuat salah seorang staf lalu lintas Polres Pali Melati Cethlyn Oktaviani meneteskan air mata, setelah menyaksikan kisah dari film ini.

“Saya sangat terharu menyaksikan kisah film ini, yang diangkat dari kisah nyata, pengabdian kepada negara dan pengorbanan dari salah seorang anggota Polisi serta pengertian dari seorang istri dalam memahami tugas seorang suaminya,sampai suaminya gugur dalam suatu tragedi yang sangat menyedihkan hati.” Ucap Melati sambil menyeka air matanya.

(Apriansyah)