Kupang, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku musim kemarau yang berkepanjangan, menyebabkan daerah tersebut telah masuk dalam kategori darurat kekeringan  yang sangat parah.
“Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, beberapa wilayah bakal terancam rawan pangan seperti yang terjadi pada 2010-2011, jika tidak segera diantisipasi secara tepat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus kepada wartawan di Kupang, Kamis (23/10) .
Menuru Tini, pihaknya telah menerima banyak laporan dari sejumlah kabupaten di Flores, Sumba, dan Timor tentang kekeringan yang cukup parah. Bahkan di TTS, warga terpaksa mengonsumsi air kubangan.
“Jangankan di Timor atau Flores bagian timur dan di Sumba, di Flores Barat juga sudah teriak-teriak kurang air karena sumber-sumber air berkurang debitnya,” jelasnya.
Dia mencontohkan, di  Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS, lanjutnya, BPBD NTT telah mengirimkan lima unit water treatment untuk 283 warga di sana untuk menyuling air kubangan tersebut agar layak diminum.
Dia menjelaskan, salah satu intervensi yang diambil pemerintah adalah membagikan air tangki langsung kepada masyarakat di 15 kabupaten yang mengalami kekeringan dengan alokasi anggaran Rp 4 miliar bantuan dari pemerinth pusat melalui BNPB.
“Dana Rp 4 miliar itu sangat kecil. Bisa dihitung. Tiap kabupaten 10 titik. Satu titik, masing-masing dibagikan dua tangki untuk pagi dan sore. Rata-rata satu tangki Rp 80 ribu untuk jarak terdekat, dan Rp 200 ribu untuk jarak terjauh,” paparnya.
Jika pembagiannya selama dua bulan atau 120 hari, tambahnya, maka sudah dapat dipastikan dana yang dialokasikan untuk pembelian air tidak mencukupi.
Dia menambahkan, tak bisa dipungkiri bahwa NTT masuk dalam kondisi emergency kekeringan. Dalam dua atau tiga bulan ke depan, NTT akan mengalami krisis air berat.
“Kita tidak mencari siapa salah dan siapa benar dalam persoalan ini. Yang dibutuhkan sekarang adalah solusi. Kita mau buat apa untuk dua bulan ke depan agar masyarakat tidak menderita,” tegasnya.

()